Bagaimana Cara Kerja Trading
Materi 2 dari 4
Buying dan Selling dalam Trading: Cara Kerja Supply, Demand, dan Spread
Buying dan Selling dalam Trading: Cara Kerja Supply, Demand, dan Spread
Dalam dunia trading dan investasi, setiap pergerakan harga selalu melibatkan dua pihak utama: pembeli dan penjual. Tanpa keduanya, tidak akan ada transaksi dan tidak akan terbentuk harga pasar. Konsep buying dan selling merupakan fondasi utama dalam memahami bagaimana pasar keuangan bekerja.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh bagaimana mekanisme beli dan jual bekerja, bagaimana supply dan demand memengaruhi harga, serta apa peran bid price, ask price, dan spread dalam aktivitas trading.
Buyer dan Seller: Dua Kekuatan Utama Pasar
Seperti ungkapan populer di pasar keuangan, “it takes two sides to make a market.” Dua sisi tersebut adalah:
Buyer (pembeli) → biasanya percaya bahwa harga aset akan naik. Mereka dikenal sebagai bulls.
Seller (penjual) → umumnya meyakini bahwa harga aset akan turun. Mereka dikenal sebagai bears.
Ketika pembeli dan penjual bertemu dan sepakat pada suatu harga, transaksi pun terjadi. Perbedaan pandangan antara bulls dan bears inilah yang menciptakan volatilitas dan peluang dalam trading.
Seorang trader jangka pendek biasanya memanfaatkan pergerakan harga cepat akibat sentimen pasar, sementara investor cenderung fokus pada nilai jangka panjang suatu aset.
Supply dan Demand: Faktor Penentu Pergerakan Harga
Harga di pasar keuangan bekerja dengan prinsip yang sama seperti di kehidupan sehari-hari. Jika permintaan lebih besar daripada penawaran, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih besar dari permintaan, harga akan turun.
Contoh sederhana:
Laporan keuangan perusahaan buruk → investor kehilangan kepercayaan → banyak yang menjual → harga saham turun
Gangguan pasokan minyak akibat konflik geopolitik → pasokan berkurang → harga minyak naik
Kebijakan pemerintah melemahkan mata uang → mata uang tersebut dijual → nilai tukar turun
Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, data inflasi, suku bunga, dan sentimen global sangat berpengaruh terhadap keseimbangan supply dan demand.
Harga Bid dan Ask dalam Trading
Saat melihat kuotasi harga suatu instrumen keuangan, trader akan menemukan dua harga, bukan satu.
Bid price → harga yang akan diterima trader saat menjual
Ask price → harga yang harus dibayar trader saat membeli
Harga ask selalu lebih tinggi dari harga bid. Inilah sebabnya trader selalu membeli di harga yang lebih mahal dan menjual di harga yang lebih rendah.
Contoh:
Jika EUR/USD memiliki:
Bid: 1.23546
Ask: 1.23554
Maka:
Jika buy, transaksi dilakukan di 1.23554
Jika sell, transaksi dilakukan di 1.23546
Apa Itu Spread dan Mengapa Penting bagi Trader?
Spread adalah selisih antara harga bid dan ask. Spread mencerminkan beberapa hal penting:
Likuiditas pasar → semakin likuid, spread biasanya semakin kecil
Biaya transaksi → spread sering kali menjadi bentuk biaya yang dibebankan broker
Kondisi pasar → saat volatilitas tinggi, spread bisa melebar
Spread yang kecil umumnya lebih disukai trader karena biaya masuk dan keluar pasar menjadi lebih rendah, terutama bagi trader harian dan scalper.
Hubungan Spread dengan Broker
Dalam banyak kasus, broker mengambil keuntungan dari spread dengan memberikan harga yang sedikit lebih tinggi saat buy atau sedikit lebih rendah saat sell. Selisih ini digunakan untuk menutupi biaya operasional broker.
Karena itu, penting bagi trader untuk memahami struktur spread sebelum memilih broker, terutama jika sering melakukan transaksi jangka pendek.
Kesimpulan
Buying dan selling bukan sekadar aktivitas membeli dan menjual aset, tetapi merupakan hasil interaksi kompleks antara pembeli dan penjual yang dipengaruhi oleh supply, demand, sentimen, dan likuiditas pasar. Dengan memahami konsep bull vs bear, bid–ask price, dan spread, trader dapat membuat keputusan yang lebih terukur dan strategis.
Pemahaman dasar ini adalah fondasi penting sebelum melangkah ke strategi trading yang lebih lanjut.
Materi Selanjutnya
