Order, Eksekusi, dan Leverage
Materi 2 dari 3
Leverage dan Margin Requierement dalam Trading: Cara Kerja, Contoh, dan Risiko yang Perlu Dipahami
Leverage dan Margin Requierement dalam Trading: Cara Kerja, Contoh, dan Risiko yang Perlu Dipahami
Dalam trading, leverage dan margin requirement sering dianggap sebagai alat untuk memperbesar peluang keuntungan. Dengan modal yang relatif kecil, trader bisa mengontrol posisi bernilai jauh lebih besar. Namun, mekanisme ini juga membawa risiko yang tidak sedikit jika tidak dipahami dengan benar.
Karena itu, penting bagi trader—terutama pemula—untuk memahami bagaimana leverage dan margin bekerja, bagaimana menghitungnya, serta risiko yang menyertainya sebelum mulai membuka posisi.
Apa Itu Leverage dalam Trading?
Leverage adalah fasilitas yang diberikan broker kepada trader untuk membuka posisi lebih besar dari modal yang dimiliki. Leverage biasanya ditulis dalam bentuk rasio, seperti 1:10, 1:50, atau 1:100.
Sebagai contoh, leverage 1:100 berarti dengan modal 1 unit, trader dapat mengontrol posisi senilai 100 unit. Semakin besar leverage, semakin besar pula eksposur terhadap pergerakan harga pasar.
Apa Itu Margin dan Margin Requirement?
Margin adalah sejumlah dana yang ditahan broker sebagai jaminan ketika trader membuka posisi.
Sementara itu, margin requirement adalah persentase minimum modal yang harus tersedia untuk membuka posisi tersebut.
Hubungan margin dan leverage sangat erat:
Margin requirement 1% = leverage 1:100
Margin requirement 2% = leverage 1:50
Artinya, semakin kecil margin requirement, semakin besar leverage yang digunakan.
Cara Kerja Leverage dan Margin dalam Trading
Saat trader membuka posisi:
Broker menahan margin sebagai jaminan
Nilai transaksi dihitung berdasarkan total ukuran posisi
Profit dan loss dihitung dari nilai penuh posisi, bukan dari modal awal
Inilah yang membuat leverage bersifat dua sisi: memperbesar potensi keuntungan, sekaligus memperbesar potensi kerugian.
Contoh Perhitungan Leverage dan Margin Requirement
Misalnya:
Modal trader: USD 1.000
Leverage: 1:100
Margin requirement: 1%
Trader dapat membuka posisi hingga:
USD 1.000 × 100 = USD 100.000
Jika harga bergerak naik 1%, keuntungan yang didapat adalah USD 1.000.
Namun, jika harga bergerak turun 1%, kerugian juga sebesar USD 1.000.
Pergerakan kecil di pasar dapat berdampak besar pada saldo akun.
Risiko Menggunakan Leverage Tinggi
Penggunaan leverage tinggi tanpa perhitungan matang dapat menimbulkan beberapa risiko, antara lain:
Kerugian terjadi lebih cepat
Margin call saat dana tidak mencukupi
Stop out ketika ekuitas turun di bawah batas minimum
Tekanan psikologis yang lebih tinggi saat trading
Banyak trader pemula kehilangan modal bukan karena strategi yang buruk, tetapi karena penggunaan leverage yang berlebihan.
Tips Menggunakan Leverage Secara Bijak
Agar leverage tetap menjadi alat bantu, bukan jebakan:
Gunakan leverage sesuai profil risiko
Batasi ukuran posisi
Selalu gunakan stop loss
Jangan membuka terlalu banyak posisi sekaligus
Fokus pada manajemen risiko, bukan keuntungan cepat
Kesimpulan
Leverage dan margin requirement adalah komponen penting dalam trading yang memungkinkan efisiensi modal. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, keduanya bisa menjadi sumber risiko besar.
Trader yang memahami cara kerja leverage, margin, dan risikonya akan lebih siap menghadapi volatilitas pasar dan menjaga akun trading tetap sehat dalam jangka panjang.
Materi Selanjutnya
