Order, Eksekusi, dan Leverage
Materi 1 dari 3
Cara Kerja Order dalam Trading: Jenis Order, Stop-Loss, dan Eksekusi Transaksi
Apa Itu Order dalam Trading?
Dalam trading, order adalah instruksi yang Anda berikan kepada broker untuk membeli atau menjual suatu aset di pasar keuangan, seperti saham, forex, indeks, atau komoditas.
Tanpa order, trader tidak bisa:
Masuk ke pasar
Mengunci profit
Membatasi kerugian
Order membantu trader menjalankan transaksi secara terencana dan sistematis, bahkan ketika tidak sedang memantau chart.
Jenis-Jenis dan Contoh Order dalam Trading
1. Market Order
Market order adalah perintah untuk membeli atau menjual aset pada harga terbaik yang tersedia saat itu.
Contoh:
Anda melihat harga saham ABC saat ini berada di Rp1.000 dan ingin langsung masuk karena takut ketinggalan momentum.
Anda menempatkan market buy order, lalu transaksi dieksekusi di sekitar harga tersebut.
Kelebihan:
Eksekusi cepat
Cocok saat pasar sangat aktif
Risiko:
Harga eksekusi bisa sedikit berbeda akibat pergerakan cepat (slippage)
2. Limit Order
Limit order memungkinkan Anda bertransaksi hanya di harga yang Anda tentukan atau lebih baik.
Contoh:
Harga emas saat ini $2.000.
Analisis Anda menunjukkan area beli ideal di $1.980.
Alih-alih membeli sekarang, Anda memasang buy limit di $1.980.
Jika harga turun ke level tersebut, order akan otomatis dieksekusi.
Cocok untuk:
Entry lebih presisi
Trading tanpa harus menatap chart terus
Stop Order dan Perannya dalam Trading
Apa Itu Stop Order?
Stop order adalah perintah yang baru aktif ketika harga menyentuh level tertentu yang kurang menguntungkan dari harga saat ini.
Stop order banyak digunakan untuk:
Membatasi kerugian
Mengikuti pergerakan tren
Stop-Loss: Contoh Studi Kasus Sederhana
Studi Kasus Stop-Loss
Anda membeli pasangan EUR/USD di 1.1000.
Berdasarkan analisis, Anda hanya siap rugi maksimal 50 pips.
Anda lalu memasang stop-loss di 1.0950.
📉 Ternyata harga terus turun hingga 1.0900.
Namun posisi Anda sudah tertutup otomatis di 1.0950, sehingga kerugian tetap terkontrol.
Tanpa stop-loss, kerugian bisa jauh lebih besar.
Stop Entry Order: Masuk Saat Momentum
Contoh Stop Entry
Harga minyak saat ini berada di $75 dan bergerak sideways.
Analisis Anda menunjukkan jika harga menembus $77, tren naik kemungkinan berlanjut.
Anda memasang:
Buy stop di $77
Begitu harga menembus level tersebut, order aktif dan Anda masuk mengikuti momentum.
Stop entry sering digunakan oleh trader breakout.
Trailing Stop: Mengunci Profit Secara Otomatis
Studi Kasus Trailing Stop
Anda membeli saham XYZ di Rp1.000
Anda memasang trailing stop 5%
📈 Harga naik ke Rp1.200 → trailing stop ikut naik
📉 Harga lalu turun tajam → posisi tertutup otomatis
Hasilnya:
Profit tetap diamankan
Anda tidak perlu menebak kapan harus keluar
Trailing stop membantu trader mengurangi keputusan emosional.
Bagaimana Order Dieksekusi di Pasar?
Proses Eksekusi Order
Ketika order ditempatkan:
Broker mencari order lawan di pasar
Jika likuiditas cukup, order dieksekusi
Jika tidak, bisa terjadi:
Partial fill
Slippage
Penundaan eksekusi
Contoh Slippage dalam Trading
Anda memasang stop-loss di 1.2000 pada indeks tertentu.
Saat rilis berita besar, harga melonjak cepat dan order dieksekusi di 1.1995.
Selisih ini disebut slippage dan umum terjadi saat volatilitas tinggi.
Mengapa Memahami Order Itu Krusial?
Trader pemula sering rugi bukan karena analisis salah, tetapi karena:
Salah memilih jenis order
Tidak memakai stop-loss
Tidak paham cara eksekusi
Dengan memahami order, Anda bisa:
Trading lebih disiplin
Mengelola risiko sejak awal
Mengurangi keputusan impulsif
Kesimpulan
Order adalah fondasi dari seluruh aktivitas trading.
Dengan memahami:
Market order dan limit order
Stop-loss, stop entry, dan trailing stop
Cara order dieksekusi di pasar
Anda tidak hanya belajar cara masuk pasar, tetapi juga cara bertahan dan berkembang sebagai trader.
Trading bukan soal sering masuk, tapi soal masuk dengan rencana dan keluar dengan kendali.
Materi Selanjutnya
